Gebrak Transformasi Perhutanan Sosial, Sulteng jadi Pionir Di Indonesia

Berita136 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara resmi meluncurkan Proyek Perubahan (Proper) Transformasi Perhutanan Sosial yang digagas oleh Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, Moh. Neng, S.T., M.M. Acara peluncuran yang berlangsung meriah di Hotel BW Coco ini menandai babak baru dalam pengelolaan hutan di Sulawesi Tengah.

Wagub Reny dalam sambutannya menyampaikan bahwa Proper ini adalah terobosan penting untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang adil, lestari, dan berkelanjutan. “Terima kasih kepada Pak Kadis yang telah merintis peta jalan ini demi kemajuan Sulawesi Tengah,” ujarnya dengan penuh apresiasi.

Beliau juga berharap agar Proper ini dapat meraih nilai tertinggi dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diikuti oleh Kadis Kehutanan. “Semoga Proper Pak Kadis mendapat nilai tertinggi, terbaik, dan menjadi nomor satu. Judul Proper ini adalah yang pertama di Indonesia, dan Sulteng menjadi pionirnya!” serunya dengan bangga.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Moh. Neng mengungkapkan harapannya agar implementasi Proper ini dapat meningkatkan capaian produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dikelola oleh kelompok usaha perhutanan sosial dan kelompok tani hutan.

“Nilai transaksi HHBK Sulteng tahun 2023 berhasil menembus angka Rp. 43 Miliar, dan dengan transformasi perhutanan sosial ini, kami yakin akan terjadi kenaikan hingga 12,5%,” jelasnya dengan optimis. Ia menambahkan bahwa perhutanan sosial diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Melalui Proper ini, program ‘BERANI Makmur’ disinergikan dengan kegiatan Perhutanan Sosial,” paparnya, menjelaskan bahwa Proper ini juga selaras dengan salah satu program prioritas “9 BERANI” yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu, para kepala UPT KPH di lingkungan dinas kehutanan, penggiat kehutanan, perwakilan NGO, akademisi, dan mitra perhutanan sosial lainnya. Semua pihak berharap dukungan penuh terhadap inisiatif ini  agar transformasi perhutanan sosial dapat segera terwujud di Sulawesi Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *