FESTIVAL BUYA SUBI 2026 DI DESA TOWALE LIBATKAN 42 PESERTA AUSTRALIA, PROMOSIKAN WARISAN TENUN MENUJU PENGHARGAAN DUNIA

Berita, Donggala48 Dilihat

Donggala, 17 Juni 2026 – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah akan menggelar Festival Buya Subi pada tanggal 7 Juli 2026 mendatang di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya tenun khas daerah yang telah diakui secara nasional.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala selaku PIC (Person In Charge) atau  Penanggung jawab penuh Kegiatan, Anggi, menyampaikan bahwa acara ini dirancang sebagai kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat setempat. Sebanyak 42 peserta dari Australia akan terlibat langsung dalam rangkaian acara tersebut, terdiri dari 7 perancang busana, 16 model, fotografer, serta keluarga pendamping. Secara keseluruhan jumlah tamu dan peserta yang hadir mencapai 75 orang.

“Kehadiran peserta dari luar negeri ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan tenun Subi ke kancah internasional,” ujar Anggi saat ditemui, Rabu (17/6/2026).

Pemilihan Desa Towale sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Desa ini telah ditetapkan sebagai Desa Wisata sejak tahun 2018 oleh Pemerintah Kabupaten Donggala, dan pada tahun 2026 secara resmi ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Desa Wisata Unggulan. Keistimewaannya semakin kuat setelah hasil tenunannya diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2015 dan Anugrah Desa Wisata Indonesia Tahun 2023 oleh Kementerian Kebudayaan.

Hingga saat ini, kesiapan lokasi dan fasilitas telah mencapai sekitar 75 persen. Pemerintah Provinsi menangani penyediaan tempat singgah, sementara masyarakat turut berpartisipasi melalui swadaya untuk memastikan kenyamanan tamu dan kelancaran acara.

Rangkaian kegiatan dimulai pada tanggal 6 Juli dengan gladi bersih, sedangkan pelaksanaan puncak berlangsung pada tanggal 7 Juli. Pendaftaran dibuka pukul 14.00 WITA, dan peragaan busana dijadwalkan berlangsung setelah salat Asar, tepatnya saat matahari terbenam. Momen ini dipilih agar keindahan tenun Subi dapat dipamerkan berpadu dengan keindahan alam Desa Towale. Para model akan mengenakan busana berbahan dasar tenun Subi, baik secara utuh maupun dikombinasikan dengan desain modern.

Di malam harinya, Gubernur Sulawesi Tengah direncanakan melaksanakan salat Maghrib berjamaah di Masjid Aulia Desa Towale, dilanjutkan dengan jamuan makan malam bersama tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Daftar undangan yang hadir meliputi unsur pemerintah seluruh Sulawesi Tengah, perwakilan Kementerian Pariwisata, Duta Besar Spanyol dan Australia untuk Indonesia, pimpinan DPRD Provinsi, OPD terkait, mitra usaha seperti Garuda Indonesia dan Bank Indonesia, serta awak media dan kreator konten baik nasional maupun internasional.

Salah satu tujuan utama festival ini adalah menjaga keberlangsungan tenun Subi agar tidak punah. Oleh karena itu, seluruh penenun Desa Towale—mulai dari yang paling tua hingga generasi muda—akan dilibatkan secara langsung. Program regenerasi penenun juga terus digalakkan agar keterampilan ini dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

Desa Towale sendiri telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan. Pada tahun 2023, ia meraih rekor MURI sebagai desa dengan jumlah pengrajin tenun terbanyak yang masih menggunakan alat tenun tradisional, serta masuk dalam daftar 75 besar Desa Wisata Terbaik dari lebih dari 4.573 desa yang mengikuti..

“Melalui Festival Buya Subi ini, kami berharap tenun khas kita semakin dikenal luas, perekonomian masyarakat meningkat, dan warisan budaya ini tetap lestari untuk anak cucu nanti,” pungkas Anggi.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *