Enam Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Donggala Siap Dibangun, Penyelesaian Lahan Jadi Kunci Akselerasi

Berita, Donggala5 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Langkah strategis pengembangan ekonomi pesisir Donggala semakin nyata. Sebanyak enam lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Donggala telah memperoleh persetujuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk memasuki tahap pembangunan. Namun, kelancaran konstruksi di sejumlah titik masih bergantung pada penyelesaian status dan kesiapan lahan, sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, pada Rabu (19/8/2026).

Enam lokasi yang telah disetujui tersebut tersebar di wilayah pesisir strategis: Dusun Kulolu Kecamatan Banawa Tengah, Kelurahan Boneoge Kecamatan Banawa, Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea, Desa Lero Tatari Kecamatan Sindue, Desa Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora, serta Desa Pangalasiang Kecamatan Dampelas. Hal ini terkonfirmasi melalui surat resmi KKP terkait rencana pekerjaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 yang telah diterima pemerintah daerah.

Keenam titik ini merupakan bagian dari 10 lokasi yang awalnya diusulkan Pemerintah Kabupaten Donggala. Dari jumlah tersebut, lima lokasi masih memerlukan proses pembebasan lahan atau ganti rugi sebelum konstruksi dapat dilaksanakan. Ali Assegaf menegaskan bahwa penyelesaian status lahan yang bersih dan jelas menjadi syarat mutlak agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dapat menyerahkan pelaksanaan pekerjaan kepada penyedia jasa konstruksi.

“Apabila status lahan telah bersih dan jelas, maka Pejabat Pembuat Komitmen akan menyerahkan pekerjaan kepada penyedia untuk dilaksanakan pembangunannya,” tegas Ali Assegaf.

Saat ini, lokasi Desa Pangalasiang telah memenuhi syarat kesiapan lahan dan dapat langsung masuk tahap pembangunan. Sementara itu, pemerintah daerah menargetkan penyelesaian seluruh proses pembebasan lahan yang masih berjalan paling lambat Oktober 2026. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, telah menegaskan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mendukung dan mempercepat penyediaan lahan yang dibutuhkan demi kelancaran program nasional ini.

Secara jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Donggala merencanakan pengembangan KNMP di 14 kecamatan pesisir, mengingat kekayaan wilayah yang memiliki 93 desa pesisir dengan potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Pembangunan dirancang menggunakan dua skema terpadu: kawasan hub sebagai pusat layanan utama dengan kebutuhan lahan mencapai sekitar satu hektare, serta kawasan penyangga yang berfungsi memperkuat jangkauan dan dukungan operasional di wilayah sekitarnya.

Berbagai fasilitas strategis akan dibangun untuk menunjang produktivitas dan kesejahteraan nelayan, meliputi dermaga mini, Tempat Pendaratan Ikan (TPI), sarana perbengkelan, fasilitas kuliner, kantor pengelola KNMP, penerangan kawasan, hingga pabrik es portabel yang sangat krusial untuk menjaga mutu hasil tangkapan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan inisiatif nasional KKP yang dirancang untuk mendorong swasembada pangan nasional, mengembangkan ekonomi biru berkelanjutan, memperluas pemerataan ekonomi, sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir. Melalui penyediaan infrastruktur yang memadai dan terintegrasi, diharapkan produktivitas nelayan meningkat, nilai jual hasil perikanan terjaga kualitasnya, dan kesejahteraan masyarakat pesisir Donggala terangkat secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Donggala terus memperkuat koordinasi lintas pihak untuk memastikan setiap tahapan berjalan tepat waktu, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *