Dorong  Transformasi Literasi, Dispusip Donggala Gelar Bimtek di Dampelas

Berita, Donggala39 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Donggala menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun 2026 di Gedung PGRI Kecamatan Dampelas, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Pustakawan, Guru, dan Penggiat Literasi Menuju Masyarakat Cerdas dan Mandiri”.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dispusip Donggala, Fauziah, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan penyelenggaraan perpustakaan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui kolaborasi dan inovasi, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang terbuka lahirnya pengetahuan, kreativitas, dan masa depan yang lebih baik. Ini adalah langkah nyata mewujudkan Donggala yang cerdas, mandiri, bangkit, dan berjaya,” ujar Fauziah.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber berkompeten. Pertama, Dadan Darusman, S.IP. (Ketua ATPUSI Sulteng Periode 2025–2029 sekaligus Kepala Perpustakaan Sekolah Sukma Bangsa Sigi) yang memaparkan pengelolaan perpustakaan berbasis digital. Ia menguraikan strategi, tantangan, dan pengalaman penerapan teknologi guna mempermudah serta memperluas akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selanjutnya, materi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial disampaikan Asrianti, S.Pd., M.Pd. – akademisi sekaligus Duta Bahasa Negara Kemendikbud sejak 2019. Ia menekankan perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat, di mana literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, melainkan kemampuan mengimplementasikan informasi dalam kehidupan sehari-hari secara cerdas dan mandiri.

Sebanyak 150 peserta hadir, meliputi kepala perpustakaan desa, tenaga perpustakaan sekolah, serta pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dari berbagai wilayah Donggala. Turut hadir para Kepala Desa se-Kecamatan Dampelas dan perwakilan desa lain, dengan Camat Dampelas bertindak sebagai moderator.

Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Kearsipan, Herlina, SH., MH, dalam laporannya menjelaskan pemilihan lokasi di wilayah Pantai Barat merupakan tindak lanjut hasil pendataan perpustakaan yang telah dilakukan sebelumnya.

Pemerintah daerah menegaskan kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Sebagai tindak lanjut, peserta akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas mereka. Komitmen ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara pengelola perpustakaan desa, sekolah, dan pegiat literasi yang akan didampingi langsung oleh para narasumber.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin kokoh, sehingga melahirkan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan memiliki budaya literasi yang terus tumbuh berkembang,” pungkasnya. (Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *