Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Donggala Gelar Lomba Video Konten Literasi

Larang Penggunaan AI, Dorong Kreativitas Asli dan Budaya Baca

Berita, Donggala46 Dilihat

Donggala Majalahsinergitas.id — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Donggala menyelenggarakan kegiatan Lomba Video Konten Literasi yang berlangsung selama empat hari, bertujuan menumbuhkan budaya baca, melestarikan cerita rakyat serta sejarah daerah, sekaligus mengasah kemampuan peserta menuangkan gagasan menjadi karya edukatif. Kegiatan pendampingan teknis berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Selasa (8/9/2026).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Donggala, Fauziah, S.Pd., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Kearsipan, Herlina, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tahap pendampingan ini menjadi wadah pembekalan bagi seluruh peserta agar memahami prinsip pembuatan konten yang baik, benar, dan bertanggung jawab.

“Kami berikan pemahaman cara menyusun konten yang tepat, menggunakan bahasa yang baku, serta tegas menegaskan larangan melakukan penjiplakan atau memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai bahan utama karya. Tujuannya jelas: melatih kreativitas murni peserta, sehingga konten yang dihasilkan benar-benar buah pikiran sendiri, mendidik, serta mampu mengangkat nilai-nilai literasi, sejarah dan kearifan lokal Donggala,” ujar Fauziah.

Ketentuan tersebut berlaku tegas: karya yang terbukti menggunakan bantuan AI akan didiskualifikasi, atau peserta diberi kesempatan mengajukan ulang dengan karya buatan sendiri. Peserta masih diberi waktu dua hari ke depan untuk menyempurnakan hasil karyanya, sementara tim penilai sudah mulai melakukan pengamatan dan penilaian sejak tahap pendampingan berlangsung.

Lomba ini dibuka secara luas untuk seluruh lapisan masyarakat, mencakup siswa SMP, SMA/SMK, mahasiswa, warga umum, hingga pegawai instansi pemerintahan. Terkait masukan banyak pihak yang mengusulkan pembagian kategori peserta, Fauziah menjelaskan bahwa hal ini justru menjadi tantangan sekaligus keistimewaan kegiatan ini: “Kami sengaja tidak membagi kategori. Di sini anak SMP berkesempatan bersaing setara dengan mahasiswa maupun pegawai. Belum tentu yang lebih tua atau berpendidikan tinggi hasilnya lebih baik dari anak-anak sekolah. Ini ujian kemampuan nyata, penilaian sepenuhnya objektif tanpa keberpihakan apa pun.”

Untuk menjamin kualitas, keadilan dan kredibilitas penilaian, panitia menghadirkan tiga narasumber sekaligus tim juri yang berkompeten dan memiliki rekam jejak mumpuni:

1. Asrianti, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ahli di bidang kebahasaan, bertugas menilai ketepatan struktur dan penggunaan bahasa dalam konten;
2. Dadan Darusman, Ketua Asosiasi Perpustakaan Sekolah Indonesia wilayah Sulawesi Tengah, pakar di bidang pengelolaan dan pengembangan literasi;
3. Jamrin Abubakar, pemerhati budaya dan sejarah daerah yang dikenal luas di lingkungan Kabupaten Sigi hingga tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, aktif menulis serta menjadi narasumber berbagai kegiatan kebudayaan dan sejarah.

“Ketiga tokoh ini bukan dipilih sembarangan. Mereka memiliki kompetensi sah, sertifikasi, dan keahlian yang diakui, sehingga kami yakin penilaian berjalan adil, akurat, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas literasi masyarakat Donggala,” pungkas Fauziah.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan konten-konten kreatif yang bermanfaat, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah membangun masyarakat yang gemar membaca, berwawasan luas, dan bangga akan warisan budayanya sendiri.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *