Diduga Ancam Ketua Satgas, Oknum Polsek Banawa Dilaporkan ke Propam Polres Donggala

Berita, Donggala11 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Aksi kepedulian untuk mengurai kemacetan di area Pelabuhan Donggala justru berujung ancaman. Ketua Satgas Peduli Pelabuhan, Helmi Sahibe, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga ancaman dari seorang oknum anggota Polsek Banawa. Insiden ini pun kini sudah dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Donggala untuk ditindaklanjuti.

Hal ini diungkapkan Helmi Sahibe dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026). Menurutnya, keberadaan Satgas Peduli Pelabuhan yang tergabung dalam Aliansi Donggala Bersatu ini lahir karena minimnya personel dari Dinas Perhubungan maupun kepolisian saat kapal sandar dan berangkat, yang kerap memicu kemacetan parah.

“Karena kurangnya aparat dari Dishub dan kepolisian, maka kami turun tangan untuk mengantisipasi kemacetan di depan pelabuhan. Kegiatan ini kami lakukan secara sukarela, ibarat istilah ‘ogah-ogah’ yang ada di Jakarta, membantu mengatur lalu lintas agar lancar,” jelas Helmi.

Dijelaskannya, dalam kegiatan tersebut tidak ada pungutan biaya yang bersifat wajib. Apabila ada masyarakat yang memberikan sesuatu, itu murni bersifat sukarela atau kerelaan dari pengguna jalan, tanpa ada unsur paksaan sama sekali.

Namun, upaya baik ini justru mendapat respon negatif dari oknum anggota Polsek Banawa. Helmi mengaku ditegur dengan bahasa yang sangat tidak pantas dan kasar.

“Yang menyakitkan, oknum tersebut berkata dengan nada tinggi, ‘biar saja macet, biar saja ada lakalantas, itu bukan urusanmu’,” tutur Helmi menirukan ucapan oknum tersebut.

Bukan hanya itu, tekanan semakin meningkat dengan keluarnya ancaman yang dianggap sangat mengintimidasi.

“Lebih parahnya lagi, dia mengeluarkan kalimat ancaman, ‘tunggu saya di rumahmu, dan saya akan datang’. Kalimat ini didengar langsung oleh beberapa anggota satgas dan juga Babin TNI yang berada di lokasi,” tambahnya dengan nada kecewa.

Helmi menilai, sikap tersebut sangat bertentangan dengan citra Polri yang seharusnya mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat, bukan justru mengancam pihak yang sedang berbuat baik.

Merespons hal tersebut, Helmi selaku Ketua Satgas Peduli Pelabuhan Donggala telah resmi melaporkan perbuatan oknum tersebut ke Propam Polres Donggala dengan dugaan tindak pidana atau pelanggaran kode etik terkait pengancaman.

“Padahal tugas dan fungsi kami juga mengantisipasi premanisme dan pungutan liar di area pelabuhan. Justru kami seharusnya didukung, bukan dihalangi dan diancam,” tegasnya.

Helmi berharap pihak Propam Polres Donggala dapat menindaklanjuti laporan ini dengan serius dan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku, agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat tetap terjaga.(alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *