Bupati Vera Pimpin Panen Raya di Siboang, Pertanian Tetap Jadi Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal

Berita, Donggala30 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, memimpin langsung kegiatan Gerakan Panen Raya Padi Sawah di Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini digelar sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan daerah dan target swasembada pangan nasional tahun 2026.

Acara yang dihadiri oleh ratusan petani ini turut disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Dr. Moh Yasin Lataka, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, seluruh kepala perangkat daerah, Camat Sojol, kepala desa se-kecamatan Sojol, serta perwakilan unsur Forkopimda.

Dalam kesempatannya, Ketua DPRD Dr. Mohamad Yasin Lataka menekankan pentingnya perlindungan terhadap harga gabah petani. Ia mendorong agar ke depan hasil panen di Sojol dapat langsung diserap oleh Bulog dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga tidak lagi bergantung pada sistem tengkulak yang seringkali menekan harga.

“Gabah Bapak Ibu harus dibeli dengan harga yang bagus. Kami akan dorong Bulog dan BUMDes beli langsung ke petani, jangan lewat tengkulak yang main harga,” tegas Yasin.

Politisi NasDem ini juga menyampaikan komitmen legislatif untuk terus mengawal anggaran infrastruktur irigasi dan distribusi pupuk bersubsidi. Lebih jauh, ia mendorong adanya hilirisasi atau pengolahan hasil di tingkat desa.

Berdasarkan potensi yang ada, dengan luas lahan sekitar 800 hektare dan pola tanam dua kali setahun, Yasin menilai nilai ekonomi panen petani Sojol berpotensi menembus lebih dari Rp100 miliar per tahun, asalkan didukung dengan ketersediaan alat mesin pertanian yang memadai.

Sementara itu, Bupati Vera Elena Laruni dalam sambutannya mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Donggala saat ini tengah menghadapi tantangan berat berupa tekanan fiskal. Hal ini dampak dari pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang memaksa pemda melakukan efisiensi anggaran, termasuk pemangkasan tunjangan kinerja ASN, honorarium, hingga biaya operasional kepala daerah.

“Ini bukan keputusan yang mudah. Namun ini adalah keputusan yang harus kita ambil, karena kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar kembali kepada rakyat,” ujar Vera.

Meski terjadi efisiensi, Vera menegaskan bahwa anggaran tetap difokuskan pada empat sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan, termasuk penanganan dampak bencana alam.

Kecamatan Sojol ditetapkan sebagai salah satu penyangga pangan utama Kabupaten Donggala. Data yang dipaparkan menunjukkan Desa Siboang sendiri memiliki luas sawah 753,8 hektare dengan produktivitas 4-5 ton per hektare. Secara keseluruhan, Sojol memiliki potensi lahan seluas 2.633,49 hektare.

Pada bulan April 2026 ini, tercatat sekitar 1.467 hektare lahan sedang memasuki masa panen dengan estimasi produksi mencapai 2.445 ton beras.

Bupati Vera juga membeberkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor pertanian Donggala. Berdasarkan data survei ekonomi pertanian 2024, luas lahan pertanian di Donggala menyusut hingga 14,65 persen, angka tertinggi di Sulawesi Tengah. Selain itu, akses sarana produksi dan distribusi pupuk bersubsidi masih belum merata.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Donggala mengambil langkah strategis dengan melindungi lahan pertanian produktif, memperbaiki sistem distribusi, dan yang terpenting adalah mendorong hilirisasi.

“Selama ini hasil pertanian Donggala banyak keluar dalam bentuk mentah, lalu kembali dalam wujud produk jadi dengan harga jauh lebih tinggi. Ke depan, kita ingin nilai tambah itu tetap berada di Donggala dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kita,” tegasnya.

“Kita tidak ingin petani Donggala hanya kuat bertahan. Kita ingin petani Donggala benar-benar sejahtera,” tambahnya.

Upaya ini merupakan bagian dari visi besar pemerintahan Vera-Taufik untuk mewujudkan Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kesempatan tersebut Bupati Vera juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa 3 unit bajak traktor tipe Maxibimo kepada kelompok tani di Desa Siboang.(alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *