BPBD Donggala: 63 Titik Api Dipadamkan Sepanjang 2026, Banawa Paling Sering Terjadi Kebakaran

Berita, Donggala20 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mencatat sejak awal tahun hingga 8 September 2026, tim pemadam kebakaran telah menanggulangi sebanyak 63 titik kejadian kebakaran di seluruh wilayah kabupaten. Jumlah tersebut mencakup kejadian besar maupun kecil, dengan dominasi terbesar terjadi di Kecamatan Banawa.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Donggala, Mohammad Natsir, menyampaikan data tersebut saat memberikan pemaparan kondisi penanganan kebakaran dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) di wilayah setempat, Selasa (8/9/2026).

“Dari total 63 titik api yang berhasil kami padamkan, Kecamatan Banawa menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi, yakni sebanyak 37 titik. Sebagian besar kasus yang terjadi berupa kebakaran lahan. Sementara penyebab utamanya secara rinci sulit dipastikan, namun berdasarkan informasi di lapangan, sebagian dipicu pembakaran sampah yang tidak terkontrol, ada juga yang tidak diketahui sumber pastinya,” jelas Natsir.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang kering dan minim hujan membuat segala jenis bahan kering sangat mudah terbakar. Seringkali percikan api kecil—seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan—sudah cukup memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.

Strategi Sebaran Pos dan Alat Penanggulangan
Mengingat wilayah Donggala sangat luas dan jangkauan antarwilayah cukup jauh, BPBD menerapkan strategi pembagian wilayah operasional dan pembentukan pos pemadam di titik-titik strategis guna mempercepat waktu tanggap.

Saat ini BPBD memiliki 2 unit mobil pemadam kebakaran dan 1 unit mobil tangki air yang disebar ke beberapa pos utama:

– Pos Kecamatan Sojol: Dilengkapi 1 unit mobil tangki, bertugas mengamankan wilayah Sojol, Sojol Utara, hingga Dampelas;
– Pos Kecamatan Sirenja: Ditangani personel BPBD sendiri, menjangkau Balaesang, Balaesang Tanjung, Sirenja, Sindue Tobata, hingga Sindue Tombusabora;
– Pos Desa Wani: Melayani wilayah ujung Sindue, Desa Enu, serta Kecamatan Tanantovea yang berbatasan langsung dengan Kota Palu;
– Pos Kecamatan Rio Pakava: Personel sudah ditempatkan, sementara perlengkapan pendukung sedang dalam tahap persiapan;
– Pos Induk Kabupaten: Berpusat di wilayah Banawa, melayani Banawa Selatan hingga pusat kecamatan.

“Kami sadar wilayah sangat luas, namun kami berupaya memaksimalkan segala sarana dan prasarana yang ada. Koordinasi erat dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga warga menjadi kunci utama agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran,” tegas Natsir.

Pencegahan: Tanggung Jawab Bersama Seluruh Masyarakat
Natsir menegaskan bahwa sebagian besar kasus kebakaran di Donggala bersumber dari kelalaian manusia. Oleh karena itu, upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penanggulangan semata, dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak BPBD saja.

“Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, hingga membuka lahan dengan cara dibakar adalah pemicu utama. Musim kemarau membuat api menyebar sangat cepat dan sulit dihentikan. Kerugian yang ditimbulkan menjadi milik kita semua,” ujarnya.

Pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat turut serta menjaga lingkungan, menghentikan kebiasaan berisiko, dan segera melaporkan jika melihat potensi atau kejadian kebakaran. “Dengan kepedulian dan kerja sama bersama-sama, kita bisa menekan angka kejadian kebakaran dan menjaga Donggala tetap aman dan lestari,” pungkas Mohammad Natsir.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *