BI Sulteng Dorong Pariwisata Sebagai Penopang Ekonomi Alternatif di Tengah Isu Keberlanjutan Nikel

Berita191 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, menyampaikan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Sulteng tergolong tinggi di tingkat nasional, ketergantungan pada sektor nikel (40% dari nilai ekonomi) menjadi tantangan keberlanjutan. BI Sulteng mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi alternatif yang tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas.

Sukarna menekankan bahwa keberhasilan pariwisata tidak memerlukan sumber daya alam yang melimpah, melainkan kualitas SDM, hospitality, dan pemberdayaan UMKM. BI Sulteng berkomitmen untuk mendukung langkah-langkah yang dapat menggerakkan ekonomi pariwisata, sambil tetap mempertahankan kontribusi positif sektor Tambang.

BI Sulteng melihat pariwisata sebagai sektor yang memiliki efek domino terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya (restoran, hotel, event, dan lain-lain), sehingga dapat menjadi bantalan ekonomi yang kuat di masa depan.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sulteng, melalui wakilnya, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk pembangunan ekonomi yang pro poorpro jobpro growth, dan pro environment hingga tahun 2029. Meskipun pertumbuhan ekonomi Sulteng tergolong tinggi, angka kemiskinan masih menjadi perhatian. Gubernur menyoroti perlunya strategi baru untuk menggali potensi ekonomi lain yang lebih berkeadilan, termasuk peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal di sektor pertambangan dan pengendalian harga bahan pokok.

Pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama, dengan target peningkatan infrastruktur dan kualitas SDM. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penyelenggaraan Festival Olahraga Nasional (FORNAS) 2027 di Palu diharapkan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan perekonomian daerah.(cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *