Berani Sehat Dongkrak Peserta JKN, Sulteng Selangkah Lagi Raih UHC Award

Berita51 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Program “Berani Sehat” yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan hasil gemilang! Berkat program ini, Sulteng berpeluang besar meraih penghargaan bergengsi Universal Health Coverage (UHC) Award 2025, yang akan diumumkan awal tahun 2026 mendatang.

Kabar baik ini terungkap dalam Pembahasan Norma Keuangan (NK) dan Rencana Kebutuhan (RK) Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda Tahun 2026 antara Pemprov Sulteng dan BPJS Kesehatan Sulteng, yang berlangsung di Cafe Foodie and Resto, Rabu (26/11).

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si., mewakili Gubernur, mengungkapkan kegembiraannya atas kesuksesan program Berani Sehat dalam meningkatkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program ini diluncurkan pada momen HUT Provinsi Sulteng ke-61, 13 April 2025 lalu.

“Kehadiran program Berani Sehat ternyata berdampak besar bagi peningkatan jumlah kepesertaan aktif program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang tahun 2025,” ujar Fahrudin.

Data dari BPJS Kesehatan menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga November 2025, cakupan kepesertaan aktif JKN di Sulteng telah menembus angka 89,16%! Angka ini jauh melampaui capaian tahun 2024 yang hanya berada di angka 70%. Bahkan, diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun, seiring antusiasme masyarakat terhadap program Berani Sehat.

Berani Sehat merupakan program unggulan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dan Wagub dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., yang bertujuan memberikan akses layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Sulteng. Program ini selaras dengan skema UHC Prioritas yang diusung BPJS Kesehatan.

Melalui Berani Sehat, masyarakat Sulteng cukup menunjukkan KTP saat berobat di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia. Program ini memberikan akses layanan kesehatan gratis tanpa hambatan, baik bagi yang belum terdaftar sebagai peserta JKN maupun yang status kepesertaannya dibekukan karena tunggakan iuran.

“Semoga kesinambungan UHC Prioritas lewat Berani Sehat tetap terjaga selamanya,” harap Asisten Fahrudin.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kadis Dukcapil Sulteng Andi Hajidin, S.E., M.Si., perwakilan dari dinas kesehatan, dinas sosial, BPKAD, Biro Administrasi Pemerintahan, serta jajaran BPJS Kesehatan Sulteng.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *