Bandara Internasional Mutiara SIS Al Jufri buka penerbangan perdana Palu-Guangzhou Juli 2026, wagub Tekankan Jaga Status

Berita37 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga status internasional Bandara Mutiara Sis Aljufri. Kuncinya terletak pada memastikan penerbangan rute Palu-Guangzhou (Tiongkok) selalu ramai penumpang, hal ini disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) sekaligus Pre-Launching Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri di Sriti Convention Hall, Kamis (12/2).

Penerbangan perdana rute tersebut dijadwalkan beroperasi pada April 2026, meskipun terdapat informasi yang menyebutkan akan beroperasi pada Mei 2026. Sebelumnya, pada Rabu (11/2), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah resmi meluncurkan rute ini bersama rute Jakarta-Luwuk di Jakarta, dengan peresmian dilakukan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

Rute Palu-Guangzhou akan dilayani satu kali dalam seminggu oleh maskapai asal Tiongkok, dengan waktu tempuh sekitar lima jam menggunakan pesawat Airbus 321 Neo yang memiliki kapasitas hingga 300 penumpang. Sementara rute Jakarta-Luwuk akan dioperasikan oleh Citilink mulai 1 Juni 2026.

Wagub Reny menilai status internasional bandara tersebut sebagai tonggak sejarah bagi Sulteng untuk masuk ke kancah global, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah, memperluas pemasaran produk unggulan, serta menarik wisatawan mancanegara. Ni Luh Puspa juga menambahkan bahwa pasar wisatawan Tiongkok merupakan salah satu fokus utama karena termasuk dalam lima besar negara penyumbang wisatawan mancanegara ke Indonesia, dengan jumlah kunjungan pada 2025 mencapai 1.344.074 orang.

Melalui FGD ini, Wagub Reny mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi terbaik terkait peningkatan kualitas pelayanan, kesiapan SDM, dan promosi pariwisata yang masif. Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga menyambut baik pembukaan rute ini, menganggapnya dapat mempercepat arus wisatawan, investor, serta membuka peluang ekspor produk unggulan seperti durian dan manggis ke pasar internasional.

“Pre-launching ini menandai komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah. Kita membuka akses Sulawesi Tengah ke jaringan transportasi global,” ujar Wagub Reny, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal membawa Sulteng lebih terbuka, terhubung, dan dikenal dunia tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Hadir dalam kegiatan FGD tersebut antara lain Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar Capt. M. Mauludin, Anggota DPRD Provinsi Sulteng Dr. Vera Rompas Mastura, S.Sos., M.Si, serta jajaran Forkopimda, kepala OPD, pelaku usaha, akademisi, dan mitra kerja strategis.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *