Atasi Kesenjangan Dokter Spesialis, Wagup Sulteng Dokter Umum Ambil PPDS

Berita155 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., kembali menekankan pentingnya dokter umum untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan dokter ahli yang masih menjadi tantangan serius di berbagai kabupaten.

“Susah sekali mencari dokter ahli di kabupaten,” ujarnya saat membuka Simposium Professional General Practitioners Exhibition and Training (PGP EXTRA) ke-XVI di Hotel BW Coco, Minggu (21/9), mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui program Berani Cerdas akan disiapkan untuk mendukung dokter yang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Selain itu, Wagub yang dikenal sebagai ‘Gubernur Kesehatan’ ini telah mengajukan usulan ke Dikti agar kuota penerimaan dokter spesialis dari jalur afirmasi ditingkatkan. Pemerintah juga mendorong Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Alkhairaat (Unisa) agar dapat menyelenggarakan PPDS di Sulteng.

“Ini bagian dari upaya mengurangi kesenjangan dokter spesialis,” tegasnya.

Wagub Reny juga mengingatkan dokter umum sebagai garda depan pelayanan primer untuk tidak menolak pasien yang hanya membawa KTP Sulteng. Pasien tersebut sudah dijamin melalui program Berani Sehat, yang mengakomodir pasien yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan atau menunggak iuran untuk berobat gratis melalui skema UHC Prioritas.

“Kalau KTP-nya Sulteng, tolong jangan ditolak tapi dimasukkan lewat aplikasi Sehati,” tegasnya.

Pelaksanaan PGP Extra diapresiasi sebagai wadah silaturahmi untuk meningkatkan kompetensi dokter dan memperkuat sinergitas profesi dengan pemerintah daerah dan pihak eksternal.

“Kekompakkan ini harus terus kita jaga,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dr. Taufan Ihsan Tuarita, Ketua PDUI Sulteng Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes, Ketua IDI Sulteng dr. Muhammad Akbar, M.Kes, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan dan mitra terkait.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *