Antrean Truk BBM Memakan Bahu Jalan Tanjung Batu, Ketua DOBRAK Donggala Minta Dinas Perhubungan Segera Tertibkan

Berita, Donggala31 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Ketua DOBRAK Kabupaten Donggala, Arif, menyampaikan sorotan keras terhadap kondisi lalu lintas di area Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, yang dinilai semakin terganggu akibat parkir dan antrean kendaraan truk yang menunggu pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sekitar lokasi SPBU/Pertamina. Seruan ini disampaikan guna meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala segera mengambil langkah penertiban.

Menurut Arif, setiap hari sejumlah besar mobil truk berbaris dan parkir di bahu jalan sambil menunggu giliran pengisian BBM jenis solar. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur dua arah yang sempit.

“Kendaraan truk itu parkir hingga memakan hampir setengah badan jalan. Akibatnya, saat ada kendaraan lain yang lewat dari arah berlawanan, terjadilah kemacetan yang berkepanjangan. Masyarakat dan pengguna jalan sangat terganggu dengan kondisi ini,” ungkap Arif.

Situasi lalu lintas di lokasi tersebut diperburuk oleh adanya pekerjaan pembangunan drainase di sepanjang jalan tersebut, sehingga ruang gerak kendaraan semakin terbatas.

Tidak hanya itu, antrean truk sering berlangsung hingga malam hari. Apabila pasokan BBM habis, sejumlah truk justru memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dan menunggu hingga keesokan harinya, yang semakin memperparah kemacetan dan menghambat akses warga.

Arif juga menegaskan bahwa sebenarnya tersedia ruang yang lebih layak untuk pemberhentian sementara kendaraan berat, yaitu di jalur akses samping kawasan Pelabuhan.

“Kenapa tidak diarahkan parkir dan menunggu di jalur samping pelabuhan saja? Lokasi itu cukup luas dan tidak mengganggu arus utama masyarakat. Namun hingga saat ini, truk-truk tersebut justru masih menumpuk di jalan utama Kelurahan Tanjung Batu tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, Arif meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala untuk segera mengantisipasi dan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. Pengaturan lokasi antrean, penegakan peraturan parkir, dan pengawasan di jam-jam tertentu dinilai sangat diperlukan agar arus lalu lintas kembali lancar, aman, dan tidak merugikan masyarakat sekitar.

“Kami berharap instansi terkait segera bertindak. Jalan itu milik bersama, bukan area parkir truk. Ketertiban harus ditegaskan demi kenyamanan seluruh pengguna jalan,” pungkas Arif.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *