Anggota DPRD Sulteng Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah Berikan Tausiyah di Majelis Ta’lim Asy-Syakirin Serahkan Hadrah Kualitas Unggulan

Berita32 Dilihat

Palu, MajalahSinergitas.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., atau lebih akrab disapa Bunda Wiwik, memenuhi undangan Majelis Ta’lim Asy-Syakirin di Masjid Asy-Syakirin, kawasan BTN Pengawu Indah, pada Minggu (17/5/2026).

Acara silaturahmi dan pengajian tersebut dihadiri oleh Ketua RW 06, para Ketua RT lingkungan setempat, jajaran pengurus, serta seluruh jamaah Majelis Ta’lim dan warga sekitar. Kehadiran jamaah yang terdiri dari kaum bapak dan ibu menjadi ciri khas dan keistimewaan kegiatan kali ini, berbeda dengan umumnya majelis taklim yang lebih didominasi oleh kaum ibu.

Dalam tausiyahnya, Hj. Wiwik menyampaikan pesan mendalam mengenai keutamaan bulan Zulhijjah, salah satu masa paling mulia dalam kalender Islam setelah bulan Ramadan. Beliau mengingatkan seluruh jamaah untuk memanfaatkan momen istimewa ini sebaik-baiknya guna melipatgandakan amal kebajikan dan memperbaiki kualitas ibadah.

Menurut penjelasan beliau, penetapan awal bulan Zulhijjah memiliki perbedaan hitungan di berbagai wilayah. Bagi umat yang melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 18 Mei, berarti hari ini telah memasuki tanggal 1 Zulhijjah, sedangkan bagi yang melaksanakannya pada 19 Mei, awal bulan Zulhijjah baru akan dimulai esok hari.

Berdasarkan Al-Qur’an Surat At-Tawbah ayat 36, bulan Zulhijjah merupakan satu dari empat Bulan Haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT, bersama dengan Zulqadah, Muharram, dan Rajab.
“Keistimewaan bulan Zulhijjah terletak pada pahala kebaikan yang dilipatgandakan nilainya. Sebaliknya, perbuatan maksiat pun dosanya akan menjadi berlipat ganda. Oleh sebab itu, masa ini merupakan momen emas untuk berbenah diri, bertaubat, dan mempersiapkan hati menjelang Tahun Baru Islam di bulan Muharram nanti,” tegas Hj. Wiwik.

Beliau juga menekankan fitrah manusia yang tidak luput dari kesalahan, namun yang terbaik di antara manusia adalah mereka yang menyadari kekhilafan, berani mengakui, serta senantiasa memohon maaf dan memaafkan sesama.
“Sering kali kita temui pandangan bahwa orang tua seolah tidak boleh salah atau enggan meminta maaf kepada anak. Padahal mengakui kesalahan adalah sifat manusiawi yang mulia. Bahkan sebelum tidur, kita dianjurkan memaafkan kesalahan orang lain, karena apabila dipanggil Allah saat tidur, kita berangkat dalam keadaan husnul khotimah,” tambahnya.

Mengacu pada Hadis Riwayat Imam Bukhari, beliau mengingatkan bahwa tidak ada hari di mana amal ibadah lebih dicintai Allah SWT selain amal yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah. Berbagai amalan seperti sholat sunnah, sedekah, berinfak, sholat Duha, Rawatib, hingga memperbanyak dzikir dan bacaan sholawat, sangat dianjurkan agar dilipatgandakan pada masa ini.

Terkait pelaksanaan ibadah, Hj. Wiwik juga mengajak jamaah meningkatkan kualitas sholat, khususnya dalam hal kekhusyukan.
“Sholat adalah momen pertemuan langsung hamba dengan Sang Pencipta. Kita ingin menghadap pejabat atau pemimpin dunia saja berdandan seindah dan semewah mungkin, maka harusnya persiapan dan penghormatan kita jauh lebih besar saat menghadap Allah SWT,” ungkapnya, seraya mengajak jamaah merenungi makna Surat Al-Fatihah yang dibaca sebanyak 17 kali sehari dalam setiap sholat wajib.

Mengenai keberadaan Majelis Ta’lim Asy-Syakirin yang kini genap berusia 3 tahun, Hj. Wiwik memberikan apresiasi dan gambaran yang penuh semangat. Menurut beliau, usia tiga tahun setara dengan jenjang pendidikan D3, dan kelak jika mencapai usia 5 tahun setara dengan jenjang S1, bahkan seterusnya.
“Majelis taklim sejatinya adalah pusat pendidikan dan pembelajaran. Semakin lama berdiri dan semakin terstruktur ilmunya, maka anggota dan pengurusnya ibarat meraih gelar keilmuan, bahkan bisa menjadi ‘profesor’ dalam ilmu agama. Hal ini tentu akan lebih baik lagi apabila disusun dengan kurikulum pembelajaran yang teratur,” ujarnya disambut antusiasme jamaah.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan dakwah dan pembelajaran umat, di akhir acara Hj. Wiwik secara simbolis menyerahkan satu set alat Hadrah berkualitas istimewa kepada Ketua Majelis Ta’lim Asy-Syakirin, Sri Hamnu, SH.

Hadrah ini dipesan khusus dari pengrajin ahli di Jepara dengan ukiran yang rinci, kokoh, dan bermutu tinggi, bukan barang produksi biasa. Harapannya, alat ini dapat bertahan lama, senantiasa dimanfaatkan untuk melantunkan sholawat Nabi yang penuh berkah, serta membawa manfaat bagi kemajuan Majelis Ta’lim Asy-Syakirin di masa mendatang.(cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *