Aktivis Lingkungan Dukung Kebijakan ASN Wajib Tinggal di Donggala

Berita, Donggala33 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Kebijakan Bupati Donggala Vera Elena Laruni yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menetap di Kabupaten Donggala selama lima hari kerja mendapat dukungan dari masyarakat. Ketua Aktivis Lingkungan Donggala, Yuryanto, menyambut baik langkah tersebut dan menilai kebijakan ini sangat positif bagi pelayanan publik sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Yuryanto, Minggu (8/11/2026). Menurutnya, kebijakan ini sangat dibutuhkan mengingat selama ini banyak ASN yang berdomisili di Kota Palu sehingga sering kali terlambat hadir di tempat kerja, yang pada akhirnya menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Bayangkan, pada jam kerja seharusnya sudah masuk kantor, mereka masih menunggu kendaraan untuk diantar ke Donggala. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat dan tepat,” ujar Yuryanto.

Terkait alasan yang dikemukakan sebagian pihak mengenai sulitnya mencari tempat tinggal di Donggala, Yuryanto menilai hal tersebut tidak relevan. Ia mencontohkan adanya aset perumahan milik Pemerintah Daerah di kawasan Graha Persada Indah (GPI), Kelurahan Kabonga Besar, yang masih banyak kosong dan tidak berpenghuni, di samping tersedianya rumah kost dan rusun di berbagai titik kota.

“Alasan itu terkesan dibuat-buat dan klise. Tidak ada alasan apa pun bagi ASN untuk tidak mematuhi kebijakan ini. Bagaimana mungkin pelayanan maksimal bisa terwujud jika jam kerja saja masih sering molor,” tegasnya.

Yuryanto juga mengingatkan bahwa saat diangkat menjadi ASN, setiap pegawai telah mengucapkan sumpah jabatan untuk bersedia ditempatkan di mana pun dalam wilayah Kabupaten Donggala. Jika tidak menaati kebijakan ini, kata dia, sama saja dengan melanggar sumpah yang telah diucapkan.

Agar kebijakan ini berjalan efektif, Yuryanto menekankan pentingnya keteladanan dari para pimpinan instansi. “Pimpinan harus memberi contoh terlebih dahulu. Bagaimana Donggala bisa maju dan berkembang jika sebagian besar pegawainya justru tinggal dan hidup di kota lain?” pungkasnya. (Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *