Donggala, Majalahsinergitas.id – Peningkatan partisipasi masyarakat terhadap Pilkada Kabupaten Donggala adalah kajian yang dilakukan oleh tim peneliti dengan ketuanya pak Dr.H.A Maddukelleng dosen fisip untad. hal ini menjadi harapan Balitbangda selaku perpanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, sangat memberi apresiasi yang tinggi kepada tim peneliti ini ujar kepala Badan Balitbangda Saifullah Lagaga Saat di konfirmasi wartawan ini Rabu tanggal 25/09/2024 di ruangan aula P2KB. dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Anggota TNI dan Polri Camat OPD yang Lainnya.
Saifullah berharap dengan kehadiran tim peneliti dari Untad Palu, akan membantu daerah kita untuk upaya meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap Pilkada. mungkin yang tadinya 60% kalau bisa 100% atau 95% itu lebih baik ujar Saifullah Lagaga. harapan kita seperti itu. sehingga rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim peneliti salah satunya adalah peningkatan partisipasi masyarakat. ini dengan adanya regulasi regulasi dari pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan masalah-masalah yang terjadi di lapangan tidak terjadi lagi.
jadi masyarakat harus punya kesadaran bahwa pentingnya Pilkada ini dan satu suara sangat berarti bagi kesuksesan pilkada kabupaten Donggala provinsi Sulawesi Tengah.
kegiatan ini sifatnya kajian ilmiah, jadi memang dasarnya kemarin saya mencoba melihat bahwa Kabupaten Donggala termasuk tiga kabupaten paling terendah tingkat partisipasi masyarakatnya di Sulawesi Tengah ini ujar Dr.H.A. Maddukelleng Saat di konfirmasi wartawan ini saat selesai kegiatan.
karena itu menjadi sasaran utama di kabupaten Donggala ini. lalu kemudian hasilnya Alhamdulillah dari 3 indikator yang kami ukur berkaitan dengan tingkat partisipasi, partisipasi masyarakat itu yang paling rendah yang perlu diperbaiki adalah kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. kalau yang lainnya Saya kira bagus dan misalnya berkaitan dengan akses itu bagus sekali nilainya, berkaitan dengan manfaat merasa masyarakat bahwa itu bagus tetapi aspek kesadaran ini kata Dr.H.A Maddukelleng lagi.
itulah salah satu faktor kunci yang membuat mereka tidak terlalu maksimal untuk ikut berpartisipasi. yang kedua berkaitan dengan bahwa salah satu faktor rendahnya tingkat partisipasi karena mereka memang tidak ada di tempat, ada di luar daerah misalnya bekerja, ada yang sekolah, ada yang kuliah, misalnya kerja di luar daerah dan tidak mau pulang kalau membiayai sendiri lalu hanya untuk sekedar datang mencoblos.
Hal itu juga mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di Donggala, dan Donggala termasuk Kabupaten paling banyak orang yang bekerja di luar, banyak yang berkerja di Kalimantan, di kabupaten Morowali, untuk pulang hanya mencoblos tidak mungkin. itu yang menjadi masalahnya ujarnya. (Alir)






