Pemprov Sulteng Dorong Kesadaran Kolektif untuk Hentikan PETI

Berita45 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sebagai upaya efektif untuk menekan maraknya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya. Hal ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M, saat membuka Sosialisasi dan Inventarisasi PETI dalam Pengusulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), Jumat (12/12) di Hotel Santika, Palu.

Mewakili Gubernur Sulteng, Rudi Dewanto menyampaikan bahwa PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan ekosistem dan memicu konflik sosial di masyarakat. Ia mengapresiasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas inisiatif sosialisasi ini sebagai langkah pencegahan dan pembinaan yang efektif bagi pelaku usaha tambang.

“Penertiban PETI bukan untuk mematikan ekonomi, tetapi untuk memastikan kegiatan tambang berjalan dengan selamat, bermartabat, dan bermanfaat,” tegas Rudi Dewanto.

Ia menyoroti bahwa pelaku PETI umumnya tidak memiliki model organisasi usaha yang jelas, sehingga kesulitan memenuhi persyaratan perizinan tambang. Kondisi ini menyebabkan mereka beroperasi di luar ketentuan dan mengabaikan dampak negatif bagi lingkungan serta keselamatan kerja.

Rudi Dewanto mencontohkan kondisi di Bangka Belitung, di mana banyak lubang bekas penambangan timah ilegal yang terbengkalai dan menjadi titik rawan bencana banjir. Ia berharap kondisi serupa tidak terjadi di Sulteng dan mendorong tata kelola pertambangan daerah yang lebih baik dan sesuai aturan.

“Kami ingin melihat seluruh pihak menunjukkan komitmen nyata untuk mewujudkan kegiatan tambang yang tertib perizinan, aman dijalankan, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk perangkat daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha tambang, dan mitra terkait. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran semua pihak tentang pentingnya pengelolaan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *