Donggala Bergerak Cepat Tekan Stunting: Sekda Rustam Efendi Buka Rapat TP3S, Ajak Semua Pihak Jadi Orang Tua Asuh!

Berita, Donggala190 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Kabupaten Donggala tengah menghadapi tantangan serius dalam upaya menekan angka stunting. Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. H. Rustam Efendi, mewakili Bupati, membuka rapat Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) dengan semangat tinggi. Bertempat di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Senin (8/9/2025), rapat ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi dan aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda Rustam Efendi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, puskesmas, TP-PKK, serta mitra pembangunan lainnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif dan merumuskan langkah-langkah efektif dalam menanggulangi stunting di Donggala.

“Rapat koordinasi ini sangat strategis untuk merumuskan kegiatan dan rencana aksi. Kita perlu melibatkan semua pihak untuk mendapatkan masukan tentang apa yang sudah dilakukan dan langkah ke depan dalam penanggulangan stunting,” ujar Rustam Efendi.

Sekda Rustam  memaparkan data yang menunjukkan fluktuasi angka stunting di Donggala. Prevalensi stunting pada tahun 2022 sebesar 32,4%, naik menjadi 34,1% pada tahun 2023, namun mengalami penurunan menjadi 4,5% pada tahun 2024. Target yang ditetapkan untuk tahun 2025 adalah 18,8%, sehingga diperlukan upaya ekstra untuk mencapai target tersebut.

“Waktu kita tinggal beberapa bulan ke depan untuk mencapai target. Banyak hal yang harus dibenahi di lapangan, mulai dari tata kelola, koordinasi, anggaran, data, hingga komitmen,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masalah pemberian ASI eksklusif, konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil dan remaja putri, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, dan pemberian makanan pendamping ASI masih menjadi persoalan dalam aspek intervensi spesifik. Sementara itu, dalam aspek intervensi sensitif, pendampingan pada calon pengantin, akses terhadap sanitasi layak, pengasuhan, dan pendampingan dalam pemberian gizi anak masih menjadi masalah utama di lapangan.

Sebagai langkah konkret, Sekda Rustam Efendi mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadi orang tua asuh bagi minimal satu anak dalam upaya pencegahan stunting. Inisiatif ini sejalan dengan gerakan orang tua asuh cegah stunting yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN).

“Semoga hari ini bisa disepakati untuk menjadi orang tua asuh cegah stunting minimal satu anak yang ditanggung per OPD. Ini merupakan bentuk gotong royong kita dalam hal pencegahan dan penurunan stunting,” tegasnya.

Rustam menekankan bahwa rapat koordinasi ini harus ditindaklanjuti di tingkat kecamatan dan desa. Hasil rapat harus dicatat dan dijadikan rumusan rencana aksi untuk mengatasi berbagai persoalan yang menjadi kendala dalam upaya menangani stunting pada tahun 2025 dan 2026.

“Untuk mengatasi hal ini, kita perlu mendorong kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta dalam pembuatan jamban dan prasarana air bersih. Kejelasan status kepemilikan lahan juga harus menjadi perhatian serius,” pungkasnya.

Rapat TP3S ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Plt. Kadis P2KB Kabupaten Donggala Dudy Utomo, Kepala Bappeda Donggala, Sekretaris Kemendukbangda Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan Ketua DPRD, Kapolres Donggala, Dandim, kepala OPD, Direktur Rumah Sakit Kabelota, para Camat, dan kepala Puskesmas se-Kabupaten Donggala.(alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *