Palu, Majalahsinergitas.id – Bank Indonesia (BI) menggelar program QRIS Jelajah Budaya Indonesia, sebuah inisiatif unik untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS, di kalangan masyarakat luas. Program ini mengadopsi konsep “Amazing Race” yang populer, dengan sentuhan budaya Indonesia yang kaya dan beragam.
“Kami ingin agar sistem pembayaran digital, terutama QRIS, semakin mengakar dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Mohamad Irfan Sukarna, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, dalam acara pembukaan Qris Jelajah Budaya Indonesia 2025 di loby utama BI Sulteng, pada selasa 19/8/2025.


“Oleh karena itu lanjutnya, kami membuat program ini semenarik mungkin, dengan menggabungkan unsur petualangan, budaya, dan edukasi.”
Dari 100 tim yang telah mendaftar, namun terseleksi menjadi 10 tim yang akhirnya menjadi sembilan tim saja karena satu tim menyatakan diri mundur.
Jadi sembilan tim inilah yang akan menjelajahi berbagai lokasi di Sulawesi Tengah, antara lain, Kabupaten Poso, Donggala, dan Palu. Mereka akan mengikuti berbagai tantangan dan menyelesaikan misi yang berkaitan dengan sistem pembayaran BI, seperti BI-FAST, Kartu Kredit Indonesia, dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
“Tahun ini, kami menambahkan unsur budaya karena budaya Indonesia sangat unik dan menarik. Kami berharap program ini dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah,” lanjut Moh Irfan.
KRIS Jelajah Budaya Indonesia bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sarana edukasi yang efektif. Para peserta akan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, mengunjungi UMKM, dan mempelajari lebih lanjut tentang potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.
“Kami ingin agar para peserta tidak hanya memahami QRIS dan sistem pembayaran digital lainnya, tetapi juga dapat mengkomunikasikannya kepada masyarakat dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.
BI juga berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sektor pariwisata dan UMKM di Sulawesi Tengah semakin berkembang dan dikenal luas.
Menurut data terbaru, transaksi QRIS di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Pada bulan Juli, tercatat 14,4 juta transaksi dengan 350 ribu pengguna. Namun, jumlah UMKM yang menggunakan QRIS masih perlu ditingkatkan.
“Kami terus mendorong UMKM untuk mengadopsi QRIS agar ekosistem digital semakin berkembang,” kata Irfan.
“Melalui QRIS Jelajah Budaya Indonesia, kami juga menyasar UMKM di berbagai lokasi, termasuk pasar tradisional dan destinasi wisata prioritas.”
Dengan menggabungkan unsur petualangan, budaya, dan edukasi, Bank Indonesia berharap QRIS Jelajah Budaya Indonesia dapat menjadi sarana yang efektif untuk memasyarakatkan sistem pembayaran digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. (cK)






