Bangkit Lebih Kuat, Rekonstruksi Sulawesi Tengah Jadi Pembelajaran Nasional

Berita3 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Sulawesi Tengah menunjukkan perjalanan kebangkitan yang menginspirasi setelah bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi tahun 2018. Pada Talkshow Kebijakan Umum Pascabencana Tsunami yang menjadi bagian dari rangkaian Knowledge Sharing Pelaksanaan Rekonstruksi Jalan dan Jembatan Pascabencana 2018 di Sriti, Rabu (11/2), Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dra. Novalina, M.M, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Bina Marga atas keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak.

Menurut Novalina, sejak awal bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dalam penanganan korban, penyediaan bantuan, hingga pemulihan infrastruktur. Pengalaman pahit tersebut kini menjadi pembelajaran penting dalam menyusun perencanaan pembangunan berbasis mitigasi bencana, dan masyarakat juga semakin kuat jiwanya.

Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Ditjen Bina Marga Oktaviano Dewo Satriyo menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur menerapkan prinsip Build Back Better (BBB), yang tidak hanya memulihkan kondisi semula tetapi juga meningkatkan ketahanan, keberlanjutan, dan kualitas. “Pengalaman rekonstruksi Palu menjadi pembelajaran nasional dalam membangun infrastruktur yang tangguh terhadap bencana,” jelasnya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, S.T., M.T, melaporkan sejumlah proyek yang telah diselesaikan, di antaranya rehabilitasi ruas jalan dalam Kota Palu, rekonstruksi tanggul jalan Raja Moili–Cut Mutia dan Cumi-Cumi, serta penggantian Jembatan Palu IV senilai Rp 221,2 miliar yang baru saja rampung. Jembatan ini dibangun dengan teknologi mitigasi bencana, seperti pondasi bore pile sedalam 58 hingga 62 meter dan periode ulang gempa hingga 1.000 tahun, serta telah melalui uji beban dan uji coba lalu lintas untuk memastikan keamanannya.

Selain itu, Kementerian PU juga menerapkan kebijakan zero accident dalam seluruh proyek. Keberhasilan ini juga didukung oleh kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui proyek Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL). Perwakilan JICA, Mr. Kakuda Kazuyuki, menyatakan bahwa alih pengetahuan merupakan prinsip penting dan pembelajaran akan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini ditandai dengan pemukulan gimba secara simbolis dan diikuti dengan kunjungan lapangan ke sejumlah proyek rekonstruksi pada hari kedua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *